Bedah Buku “Bilaku Mati”: Catatan Kajian Ustadz Ammi Nur Baits

Bagikan tulisan ini:

Kematian adalah satu-satunya janji yang pasti ditepati, tetapi paling sering kita lupakan. Buku Bilaku Mati karya Ustadz Ammi Nur Baits mengajak kita menengok kembali hakikat kematian dan apa yang menunggu setelahnya. Berikut catatan dari kajian bedah buku tersebut.

Suasana kajian di atrium Pesona Square, Depok.

Pembuka: Adab Menghadiri Majelis Ilmu

Kajian dibuka dengan pengingat tentang adab. Datang sebelum kajian dimulai adalah bentuk penghormatan kepada majelis ilmu. Sufyan Ats-Tsauri, ulama salaf, menyamakannya dengan penghormatan seseorang kepada shalat, yang terlihat dari hadirnya ia sebelum iqamah.

Beragama dengan Ilmu, Bukan Budaya

Beragama dengan landasan budaya akan merusak agama. Sikap “ikut saja keyakinan orang tua atau nenek moyang” sudah dicela dalam Al-Qur’an. Karena itu, keyakinan seputar kematian pun perlu diukur dengan dalil, bukan dengan kebiasaan yang turun-temurun.

Ziarah Kubur dan Doa untuk yang Telah Wafat

Ziarah kubur punya dua manfaat:

  • Bagi peziarah: mengingatkan pada kematian dan melembutkan hati.
  • Bagi mayit: ia mendapat doa dari yang masih hidup.

Doa ziarah yang diajarkan Nabi ﷺ:

Assalāmu ‘alaikum ahlad-diyār minal mu’minīn… wa innā insyā Allāhu bikum lāḥiqūn.

Merekalah yang Butuh Doa Kita

Amal orang yang sudah meninggal terputus, sehingga merekalah yang membutuhkan doa orang yang masih hidup. Jangan dibalik dengan meminta-minta kepada mayit atau menjadikannya perantara doa.

Meyakini ada makhluk atau orang mati yang “mengantarkan doa kepada Allah” sama dengan perbuatan kaum musyrik, yang berkata, “Mereka itu pemberi syafaat kami di sisi Allah” (QS Yunus: 18). Seolah-olah Allah tidak mendengar doa hamba-Nya.

Sebaliknya, doa untuk saudara tanpa sepengetahuannya itu mustajab, dan malaikat berkata, “Dan untukmu yang semisal.”

Teman Setia di Alam Kubur

Mayit diikuti tiga hal: keluarga, harta, dan amal. Dua kembali pulang, hanya amal yang tinggal menemaninya.

Amal itu datang dalam wujud seseorang. Amal shalih berwajah tampan, berpakaian bagus, dan harum. Amal buruk berwajah menakutkan dan berbau busuk.

Jika ingin teman yang baik di kubur, carilah dengan amal shalih sejak sekarang.

Sekilas Isi Buku: Kematian Para Nabi

Salah satu bahasan menarik dalam buku ini adalah kematian para nabi: apakah Nabi Khidir sudah wafat, dan bagaimana dengan Nabi Isa. Tentang Nabi Isa, ada tiga keyakinan:

KeyakinanTentang Nabi Isa
YahudiDibunuh/disalib, mati su’ul khotimah
NasraniDisalib, mati husnul khotimah
IslamBelum wafat; diangkat Allah dengan jasad dan ruhnya

Bab 1: Hakikat Kematian

Apa Itu Kematian?

Setiap jiwa pasti merasakan mati, lalu dikembalikan kepada Allah. Kematian tidak bisa dihindari walau bersembunyi di benteng yang kokoh, dan tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. Usia muda pun bukan jaminan hidup lebih lama.

Ada mitos bahwa orang yang punya jimat susah mati. Ini kesimpulan umum yang ditarik dari satu-dua kasus. Sakaratul maut yang lama bukan karena jimat; yang berbahaya justru mati dalam keadaan membawa syirik karena memegang jimat.

Orang yang sudah mati meminta kembali ke dunia untuk beramal shalih, tetapi permintaan itu ditolak, karena di antara mereka ada barzakh (pemisah). Karena itu, keyakinan bahwa arwah bisa pulang ke rumah adalah keyakinan yang dusta.

Al-Qurthubi menukil definisi ulama: kematian adalah terpisahnya ruh dari jasad. Maka orang yang pingsan atau mati suri belum mati.

Kematian Itu Makhluk

Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa yang terbaik amalnya (QS Al-Mulk: 2).

Pada hari kiamat, kematian didatangkan dalam wujud seekor domba lalu disembelih di antara surga dan neraka. Lalu diserukan, “Wahai penghuni surga, kekal tanpa mati; wahai penghuni neraka, kekal tanpa mati.” Ini wajib diimani walau di luar jangkauan akal.

Pelajarannya: bersabarlah atas ujian dunia, karena balasannya abadi.

Mati Itu Dua Kali

Penduduk neraka berkata, “Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali” (QS Ghafir: 11; lihat juga QS Al-Baqarah: 28).

Bab ini ditutup dengan pengingat: ilmu yang diambil dari sumber yang benar akan menambah keyakinan, dan di situlah iman bertambah.

Tanya Jawab Kajian

Mimpi bertemu saudara yang baru meninggal, ia minta tolong dan berpakaian compang-camping. Apakah ia sedang disiksa?

Orang hidup bisa bertemu ruh orang yang sudah meninggal dalam mimpi, sebagaimana sebagian sahabat bermimpi bertemu sahabat lain yang telah wafat. Saat tidur, ruh orang hidup “dipegang” Allah; para ulama menyebut tidur sebagai wafat kecil.

Meninggal di hari Jumat, apakah pasti terbebas dari siksa kubur meski tidak shalat?

Meninggal pada hari atau malam Jumat memang termasuk sebab terlindung dari fitnah kubur, tetapi dengan syarat imannya terpenuhi. Ini bukan jaminan bagi orang yang tidak memenuhi syarat tersebut.

Orang tua menyimpan jimat lalu meninggal. Apa yang harus dilakukan anak?

Jimat yang masih ada jangan disimpan atau diwariskan. Ustadz mengingatkan bahwa jimat termasuk perkara syirik yang sangat berbahaya.

Apakah mati suri itu ada?

Pembahasan ini ada di buku halaman 127. Orang yang benar-benar telah mati tidak mungkin hidup kembali ke dunia. “Mati suri” pada hakikatnya belum mati; ia termasuk wafat kecil, mirip tidur. Karena itu, cerita pengalaman mati suri tidak bisa dijadikan dalil tentang alam kubur.

Kematian tidak dapat dipercepat atau ditunda. Bagaimana dengan hadits bahwa ‘ain bisa mendahului takdir?

Waspadalah terhadap ‘ain. Karena itu Rasulullah ﷺ mengajarkan, bila takjub melihat sesuatu pada orang lain, ucapkanlah Māsyā Allāh, tabārakallāh atau Allāhumma bārik.

Pelajaran praktisnya: jangan membuat postingan dengan niat pamer yang membuat orang takjub, karena bisa jadi yang melihat malah menjadi iri.

Penutup

Kematian pasti datang, dan hanya amal yang akan menemani kita di alam kubur. Semoga catatan singkat ini menjadi pengingat untuk memperbanyak amal shalih, mendoakan saudara-saudara kita yang telah mendahului, dan terus belajar dari sumber yang benar.

Untuk pembahasan yang lebih lengkap, silakan membaca langsung buku Bilaku Mati karya Ustadz Ammi Nur Baits.

Penulis bersama istri di sela rangkaian kajian di Pesona Square, Depok.

Catatan ini dirangkum oleh penulis dari kajian bedah buku. Bila ada kekeliruan, itu berasal dari penulis, dan kebenaran datangnya dari Allah.

Bagikan tulisan ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *